Cerita Sex Sensasi Bercinta Dengan Tante Di Hospital

0

Kejadian ini bermula dari aku yang sedang di suruh mamaku untuk menjaga tanteku dirumah sakit karena habis?jatuh.

Cerita ini berawal saat Gue sedang menjaga tante Gue yang dirawat di rumah?sakit. Tangannya harus digips, akibat kecelakaan yang menimpanya. Tante Gue terlibat kecelakaan saat dia mengendarai?mobilnya.

Tangannya yang kiri luka?robek?akibat terkena pecahan?kaca. Yang Gue rasakan ketika menjaga tante Gue ini ada enaknya juga ada tidak enaknya. Gue ambil contoh saja yang enaknya dulu, saat tante mau pipis, Gue pasti disuruh mengantar ke?WC.

Karena tangan tante sakit, dia menyuruh Gue untuk membukakan?CD-nya dan Gue bisa lihat dgn jelas kemaluannya yang tertutup bulunya yang agak?lebat. Dan yang tidak enaknya ketika dia mau buang air besar, sudah deh jangan diteruskan, anda semua pasti tahu apa yang Gue?maksudkan..

Malam itu, Gue sendirian menjaga tante di rumah?sakit.

Tiba-tiba tante memanggil Gue, ?Yandi.., cepet?kemari..! Tolong tante ya..?? katanya.
?Ada apa tante..?? tanya?Gue.
?Perut tante sakit nich.., tolong gosokin perut tante pake minyak?gosok, ya..?? katanya sambil membuka selimutnya.

Dan terlihatlah tubuh tante yang?molek?itu, meskipun dia masih memakai BH dan CD. Tapi samar-samar puting buah dadanya dan bulu kemaluan tante terlihat agak?jelas. Melihat pemandangan itu, batang kemaluan Gue menjadi?naik. Agar tidak terlihat oleh tante, Gue mencoba merapatkan tubuh bagian bawah Gue ke tepi?ranjang.

?Lho Yan.., apa yang kamu?tunggu..? Ayo cepet ambil minyak gosok di meja itu. Lalu gosok perut tante, awas jangan keras-keras ya..!??Pintanya.
?Ya tante..? kata Gue sambil mengambil minyak gosok di meja yang ditunjuknya.
Setelah Gue mengambil minyak gosok yang ada di meja, ?Yang digosok bagian mana tante..?? tanyaku.

?Ya perut tante dong, masak memek?tante.. kan nanti.. memek tante jadi sakit?kepanasan.? katanya tanpa merasa?risih.
?Akh.. tante bisa aja?deh.. benci aku.. uhh..!? kata?Gue.
?Ayo dong cepet, tante udah nggak tahan sakitnya?nich..!? katanya sambil meringis.

Lalu Gue gosok bagian perutnya yang putih mulus dan berbulu?itu. Gue menggosok dgn lemah-lembut seperti ketika Gue sedang menggosok tubuh cewek?Gue.

?Ya gitu dong, huu.. enak juga gosokanmu?Don. Belajar dimana kamu..?? katanya sambil mendesis.
?Nggak kok tante, biasa aja.? Gue jawab dgn pura-pura.
?Udahlah jangan bohong kamu.. Pasti kamu sering gosokin tubuh cewek kamu ya?kan..?? tanyanya mendesak Gue.

?Kan yandi belum pernah gosokin cewek Yandi,?tante..!? kata Gue pura-pura?lagi.
?Sekalian ya Yan, pijitin kaki tante, bisa?kan..?? Pintanya?manja.
Gue hanya mengangguk dan mulai memijat kakinya yang membuat naik lagi batang kemaluan Gue. Kakinya begitu dingin, mulus dan merangsang?Gue.

Lalu, ?Sudah tante, capek nich..!? kata?Gue.
?Lhoo.., yang di atas belum kan..?? katanya.
?Ah.., tante becanda ah.., Yandi jadi?malu..,? kata Gue.
?Ayo cepet dong, kamu nggak bakalan capek?lagi. Coba deh pijit?disini, di paha tante ini. Ayo dong, kamu nggak usah malu-malu, Yandi kan keponakan tante sendiri, ayo cepet gih..!? katanya manja sambil menarik tangan Gue dgn tangan?kanannya.

Sekarang Gue dapat melihat gundukan bukit kemaluanya yang menerawang dari balik kain?tipis?CD-nya itu. Wajah Gue langsung berubah merah menyala dgn pemandangan yang indah?ini.

Tante seperti tidak mengerti apa yang Gue rasakan, dia menyuruh mendekat masuk ke tengah-tengah selangkangannya dan mengambil kedua tangan?Gue, meletakkan di masing-masing paha atasnya persis di tepi gundukan bukit?kemaluannya.

?Iya di situ yan..,? katanya sambil mencoba melebarkan kakinya lebih lebar?lagi.

Gue disuruh memijat lebih ke dalam?lagi. Pikiran Gue mulai terganggu, karena bagaimanapun meremas-remas ?zone?eksklusif? yang sedang terbuka menganga ini mau tidak mau membuat batang kejantanan Gue menjadi naik tidak karuan?lagi.

Lalu, ?Yan, kamu udah punya?cewek..?? tanyanya.
?Udah tante..,? kata Gue berterus?terang.
?Ngomong-ngomong yandi udah pernah ngeseks sama cewek kamu,?belum..?? Tanya nya lagi
?Apa itu ngeseks tante..?? kata Gue pura-pura tidak?mengerti.
?Maksudnya tidur sama cewek..??katanya.

?Ngmm.. belum pernah?tante..? jawab Gue berbohong.
?Ah masak sih, coba tante lihat dan pegang punyamu?itu..?? katanya sambil menarik tubuh Gue agar lebih dekat lagi, lalu dgn tangan kanannya dia meraba gundukan di celana?Gue.
?Tante pengen tau kalo anumu bangunnya cepet berarti betul belum?pernah..? katanya sambil meraba-raba batang kemaluan Gue?lagi.

Entah artinya yang sengaja dibolak-balik atau memang ini bagian dari kelihaiannya membujuk Gue. Mungkin karena Gue masih berdarah?muda, biarpun sudah terbiasa menghadapi perempuan tetapi kalau dirangsang dalam suasana begini tentu saja cepat batang kemaluan Gue?naik?mengeras. Kalau sudah sampai di sini sudah lebih mudah lagi buat?dia.

?Wihh, besar sekali?gundukanmu?Yan.. boleh lihat dalamnya?punyamu..? Ayo tante bantu untuk membuka?celanamu..!? katanya tanpa menunggu persetujuan dari Gue, dia sudah langsung bekerja membuka celana Gue dan membebaskan burung kaku?Gue.

Memang, waktu batang kejantanan Gue terbuka bebas, matanya setengah heran setengah kagum melihat ukurannya. Terutama kepalanya yang menyerupai helm?tentara??NAZI?.

?Bukan main kontolmu Yandi.. besar dan keras banget punyamu..? katanya memuji kagum tapi justru melihat yang begini makin memburu?nafsunya.
?Tapi masak sih Yan, benda seindah begini belum pernah dipake ke memeknya cewek. Kalo gitu sini tante boleh nggak ngerasain sedikit lagi biar bisa tante tempelin di sini.? lanjutnya,

Lagi-lagi tanpa menunggu komentar Gue, dia dgn sebelah tangan bekerja cepat melepaskan?CD-nya.
Terlihatlah hutan kemaluannya yang menggoda itu, lalu dia menyuruh Gue untuk naik ke ranjang dan menyuruh Gue untuk menempelkan kepala kemalua Gue di mulut lubang senggamanya. Di situ Gue disuruh menggosok-gosokkan ujung kemaluan Gue di celah liang senggamanya.

Lalu dgn menggosok-gosokkan sendiri ujung kepala batang kejantanan Gue di mulut lubang senggamanya yang sudah terbuka lebar itu, menambah semakin tegang dalam nafsu diri Gue.

?Ahh.. aduh.., Yan.. nikmatnya..,? katanya menjerit geli.
?Udah yan, tante nggak tahan. Sekarang giliran tante bikin nikmat kamu.., ok Yan..?? katanya sambil menyuruh Gue berdiri.

Lalu dia dgn satu tangannya langsung memegang batang kemaluan Gue dan mulai menjilati seputar batangnya, sambil sesekali mengulum kepala kontol?gue.

Beberapa saat kemudian, dia menarik Gue?lagi, tubuh Gue berlutut di atas ranjangnya, dan kembali liang senggamanya memperlihatkan celah kenikmatan yang siap untuk Gue?masuki.

Dalam keadaan seperti itu, Gue betul-betul sudah lupa bahwa dia adalah tante Gue?sendiri. Lalu, ujung batang kejantanan Gue mulai Gue tusukkan di lubang kenikmatannya yang segera Gue ikuti dgn gerakan maju-mundur, putar kanan-kiri untuk menusuk lebih dalam.

Tante sendiri ikut membantu Gue dgn jari-jari tangan?kanannya. Dia memperlebar bibir kemaluannya agar semakin lebih terbuka untuk lebih mempermudah masuknya batang?kemaluan Gue.

Terus Gue genjot batang kemaluan Gue ke dalam liang kenikmatannya yang indah itu.
Dan akhirnya,

?Hghh.., oo..?Donn.. yeess.., oohh..!? dgn erangannya, dia membuka orgasmenya yang juga disusul oleh Gue hanya berselang beberapa detik?kemudian.
?Gimana Yan rasanya barusan..?? katanya menguji Gue sambil tangannya mengusap, menyeka-nyeka keringat di dada?Gue.

?Aduh tante enak sekali, belum pernah Yandi ngerasain yang seperti ini. Tapi tante?sendiri, gimana rasanya..?? kata Gue balik?bertanya.

?Tante baru sekarang lho ngerasain digituin cowok dgn kelembutan, tapi juga tidak meninggalkan kejantanannya yang perkasa, seperti punyamu ini, ?Si Buta Dari Gua Memek?, tante jadi melayang ke langit yang ke-7. Ohh.. endangg..?? katanya?cengingir.

Begitu selesai, Gue diajak tante ke kamar mandi. Dan waktu itu Gue bantu tante membersihkan?kemaluannya.

Sambil menyiram kemaluan tante, Gue mendekap dia dari?belakang, dan tante yang sedang berdiri menjadi kegelian karena batang kejantanan Gue menyentuh bukit?pantatnya.
Seketika batang kejantanan Gue naik lagi karena yang Gue lihat sekarang lebih terlihat montoknya. Dan seketika itu, tangan lembut tante memegang batang kemaluan?Gue.

Gue gemetar karena pengalaman seperti ini luar biasa buat cowok perjaka seperti Gue ini.
Buah dada tante menjulang, menantang dan tegar, kelihatan pori-porinya meremang karena udara sangat dingin di kamar?mandi, apalagi ini sudah tengah malam. Dan bukit kemaluannya agak merekah merah terbuka bekas perbuatan yang?tadi.

Gue tidak tahu harus berbuat apa selain meraba buah dadanya lagi yang kali ini dari depan.
Tante menarik Gue dan mencium bibir?Gue, Gue menurut saja. Tubuh kami saling merapat.
Tangannya terus mengurut-urut batang kejantanan Gue. Dan Gue meraba pantatnya yang bulat dan sintal?kencang.

Buah kejantanan Gue pun diremas-remasnya pelan-pelan. Kemudian, tante mulai menaikkan kakinya yang sebelah ke atas bak dan dimasukkannya lagi kemaluan Gue ke liang senggamanya. Ngilu dan agak panas terasa di batang kejantanan Gue.

Tante mulai bergoyang maju mundur dan pantat Gue juga ditekannya dgn tangan kanannya agar Gue bisa mengikuti irama.

Gue ikut saja menggoyangkan sambil memeluk, mengisap putingnya, mencium bibirnya.
Beberapa saat kami bergoyang sama-sama, tapi paha tante mulai pegal rupanya, dan dicabutnya batang kemaluan Gue.

Kemudian dia berbalik dan menungging sambil berpegangan dgn tangan kanannya ke bibir bak mandi. Gue gosokkan batang kejantanan Gue ke bibir kemaluannya. Benar-benar terasa panas bibir kemaluannya itu.

Kemudian Gue mendesak maju dan, ?Bless..? Rudal milik Gue masuk bergesek-gesek dgn dinding lubang senggamanya.
Tante juga bereaksi dan pinggulnya berputar seperti penari ular. Aduh luar biasa sekali, Gue merasa keenakan dan tidak bisa berpikir jernih lagi.

Pantat Gue maju mundur, rudal panjang Gue menggaruk-garuk lubang kenikmatannya. Dari posisi ini, Gue bisa melihat dgn jelas batang kejantanan Gue basah kuyup dan bibir kemaluan tante tertarik keluar masuk.

Tangan Gue menjangkau ke depan, meremas buah dadanya yang menggantung besar dan bergoyang menggeletar, nafas tante mendengus desah.
?Ohh.. yess..!?
Akhirnya Gue meledak-ledak lagi dan tante rupanya sudah lebih dulu mengalami?orgasme.

Setelah itu Gue mandikan tante Gue terGueng. Mulai detik itu, Gue punya tugas tambahan baru.
Itulah Cerita Sex Selingkuh dengan Tante di rumah Sakit yang sangat nikmat sekali, semoga bisa membuat kalian semua semakin bersemangat dan bergairah sammpai crottt?.

Leave A Reply

Your email address will not be published.